Pasukan Sesat! ;p

Saturday, July 18, 2009

Menua dan menggila

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk memandikan kura-kura saya tercinta, Susi.

Ya, namanya Susi. Kebayang dong ya cantiknya kayak gimana? haha

Seperti biasa, karena mungkin jenuh ditempatkan di tempat berbentuk lingkaran (akuarium jadi-jadian), setiap kali dimandikan, si Susi akan sekuat tenaga minta dikeluarkan dari tempat nongkrongnya itu.

Akibat dia meraung-raung, menyipratkan air ke tubuh saya,
Saya pun sedikit emosi, lalu berseru,


"Susi, jangan nakal! Mau diem nggak? Susiiii...!
AYO DUDUK, SUSI! DUDUUUUKK....!!!"


Lima detik setelah saya menyerukan kalimat perintah itu pada Susi, saya pun terdiam.

Saya sudah lupa.. benar-benar lupa... bahwa yang saya pelihara adalah kura-kura,
bukanlah seekor anjing.............


Pantas saja walau saya berulang kali meneriakkan kalimat perintah itu, Susi tetap menyipratkan air ke muka saya. Mungkin itu adalah usaha kecilnya untuk membangunkan saya dari ketidaksadaran.


Hahahaha...... OMG, getting old!!!!

Tuesday, July 7, 2009

STEP 1: RENAME.

Saya selalu begini...

Selalu apa?
Iya, selalu.. bisa dibilang parno kali ya... Saat gw menginjak 21 tahun, paling lama gw ngerasa berusia segitu lebih kurang selama 2 bulan kali. Paling lama 3 bulan deh. Setelah itu, gw akan merasa dan berpikir dan berposisi seolah-olah gw sudah 1 tahun diatasnya. 22. Dan ketika gw menginjak usia 22, hal itu akan terulang kembali, sama percis.

Sama percis dengan sekarang ini... Gw genap berusia 22 tahun. Sampai akhir November nanti ;) Tapi, gw selalu merasa gw udah 23! 23! 23! Gw takut! Takut menua.... Kenapa ya? Ada yang bisa bantu jawab gak?

Dan tiba-tiba... gw merasa hal ini harus dikaitkan (yes, emang maxa banget kayaknya!) dengan NAMA DAN TAGLINE DARI BLOG PRIBADI GW TERSEBUT.

NGALOR-NGIDUL NDAK KARUWAN, Bercerita tentang apapun yang ngawur.


ENGGAK ETIS BANGET KAN BUAT USIA 23?? (masih 22 sih....) ;p


Oleh karena itu, saya merasa harus mempunyai visi misi yang lebih jelas mulai dari sekarang. Udah bukan jamannya lagi buat ngalor-ngidul ndak karuwan! Enggak! Saya harus JELAS! Walaupun itikad memperjelas kejelasan itu diawali hanya dengan mengganti nama blog.. Tapi, nama bagi saya bukanlah sekedar nama.. Nama itu jiwa. Nama saya = Jiwa saya :)


Baiklah, ada yang berminat memberi masukkan untuk nama pengganti blog saya? Anyone? :)

DAMN.

Waktu 5 bulan sama sakitnya dengan 8 tahun.
Saya pun belum mampu tersenyum ketika mendengar namanya......

Hell Yeaaahhh!! ;p

"From hobby to business? Sounds tempting and promising? 90 percent would say yes. How many have done it? Less than 10 percent. Why? Well, because not all of us have hobbies :D . Once we have it, we might not have enough passion to really make it an important part our lives. For those who happen to be very passionate in their hobbies, opportunities knock, and the door to real business opens." (Jerry Aurum)
http://jerryaurum.wordpress.com/2009/06/04/fgd-seminar-surabaya-2009-%E2%80%98from-hobby-to-business-and-how-i-started-it/

---
Insomnia meradang.. browsing2 ubrek-ubrek blog orang2... hinggaplah mataku di blog pria yang satu ini ;p

Mata gw melotot, kuping gw terbuka lebar, hati gw memanas, jiwa gw melayang... KENAPA NEEEH!? hehehe Gw tergelitik banget dengan kalimat yang dituliskan oleh Jerry di atas.. yang mengatakan bahwa.. 90% orang-orang akan mengiyakan bahwa hobby yang kemudian dijadikan bisnis adalah hal yang sangat menggiurkan sekaligus menjanjikan. Tapi kenapa hanya kurang dari 10% yang telah melakukannya? Karena TIDAK SEMUA DARI KITA MEMPUNYAI HOBI!

Anjiiiiiiirrrr.... ini iyaaa bangettttt! Dan gw jadi inget, beberapa bulan lalu, gw sempet nulis di status FB gw:'BUTUH HOBI NIH....'

zzzzzzz..........??!

Kenapa gw nulis status itu? WHY? Aya NAON?

Karena gw ngerasa hidup gw gak balance. Terlebih, hidup gw 2 tahun belakangan ini... Yang ada di dalam keseharian gw hanyalah, kerja..kerja... dan kerjaa.........!

Kerja emang wajar dan wajib yah bagi manusia yang ingin bertahan hidup.. Kerja adalah ibadah juga.. tsaaahhh! ;p Tp yang gw lewatkan adalah.. gw lupa... lupa bahwa untuk bertahan hidup, kita juga harus menikmati hidup. Itu kuncinya. Setuju nggak? ;)

Makan coklat, dengerin suara air terjun, sepedaan keliling kompleks, ngeliatin kolam ikan..... semua ini adalah hal-hal yang selalu bikin jiwa gw tenang... cooling down bahasa bulenya..haha But, ga mungkin dong yah gw jadiin itu semua adalah hobi resmi gw?? ga elit ah!hehehe

Tapi, membaca postingan di blog Jerry Aurum tersebut, membuat gw semakin ingin mengulik dalam-dalam... apa sih hobby yang pas, yg bisa gw pamerkan jg ke orang2, saat mreka bertanya, 'Hobi lu apa sih, Len?' Dan dengan PeDe gw akan menjawab, 'travelling, dancing, singing, painting...' hahaha Itu adalah hobi2 yang wajar sih.. Nggak sedikit orang yg mempunyai hobi2 itu.. and I do love all of those thing.. tapiii... itu hanya akan menjadi OMDO a.k.a omong dowang... karena apa? travelling? butuh duit... dancing? takut ke tukang urut! Singing? Big No No.. Painting? Yg ada aliran lukisan gw adalah aliran sesat! hahaha

Di luar itu semua... gw jg jadi inget sm nasehat mantan boss gw dulu... saat itu gw ama dia lagi gila2nya berlembur ria.. cuma berdua pula! Dan syialnya... kebetulan jg saat itu gw lg puyeng ngurus skripsi yg hampir dieliminasi sama penguji!hehehe Gw bener2 suntuk, sutres abisss.. muka gw slalu kecut.. dateng sama pulang kantor sama2 bikin kecantikan gw pudar!hahaha Prihatin (mungkin..) melihat kondisi gw seperti itu... dengan bijak, ex-boss gw itu berwangsit, 'Len... lu harus punya hobi.. biar elu bisa bertahan dengan kerjaan lu.. kayak gw.. gw kalo pulang kantor, ya maen gitar kek, masak kek (nb: ex-boss gw ini cowo berwajah sangar, brewokan, berbadan cukup besar.. tapi JAGO MASAK!!;p), gitu... setidaknya lu harus punya hobi buat ngilangin suntuk lu dan bikin lu seger lagi buat ngerjain KERJAAN KACRUTT SAMPAH ini!'hahaha (kalimat terakhirnya yg kurang enak ya!;p)

Yahh, intinya... gw bener2 setuju, baik sama postingan Jerry maupun wangsit mantan boss gw itu... Bahwa gw butuh hobi... lebih bagus lagi kalo gw punya hobi yang bisa dijadikan bisnis tadi!! Bisa aja kan, gw yg hobi makan ini, nantinya bisa buka kafe & restoran laris+ternama?hahaha Amiiiinnnnn.... ;) ;)

Lentera Jiwa

Udah cukup lama lagu ini merasuki hati & pikiran gw..
moga2 inspiring juga yah buat kalian smua.. ;)


Sunday, July 5, 2009

Not me.

Aku gak minta....








Tetapi, Dia yang menjadikan.








AKU BISA APA????

Foodinnovation


Lagi sante-sante browsing.. tiba2 nemu berita yg satu ini. Kesan pertama gitu tau tentang buku tsb... WOW! smart! efisien bgt... inovasi yang baguusss! Walo jujur.. kalo gw sendiri mungkin lebih tidak memilih membelinya.. bukan karena jelek isinya ato gak bisa masak ;p sama sekali bukan karena itu, tapi lebih karena..... gw bukanlah orang yang SABAR membaca apapun dalam bentuk TABEL!! hehehe Dulu pas sekolah aja terpaxa baca.. ngehapalin pula! demi.... demi.... demi naik kelas tentunya.... ;p
---
Menurut Ngadri, buku yang dibuat Rudy dan diterbitkan Gramedia ini merupakan buku resep masakan dengan sistem tabel pertama di Indonesia dan dunia dengan variasi masakan terbanyak, yakni 48 resep daging.

Menurut Rudy, ide membuat buku yang lebih menyerupai brosur ini bermula dari keinginannya untuk membuat buku yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Mahalnya buku dilihat dari jumlah halaman yang ada. "Semakin banyak halaman dan foto semakin mahal," paparnya. Untuk harganya buku ini memang tergolong murah. Gramedia menjual buku tersebut seharga Rp. 12.500. (http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/04/17121895/rudy.choirudin.raih.muri)
---
Tepuk tangan buat Rudy dan semua orang di balik terciptanya buku ini. Memang kudu begini nih biar semua orang rajin beli buku dan memperkaya ilmu dengan membaca! Buku itu kudu terjangkau lah harganya, dengan tanpa mengurangi MUTU isinya lohh yaa... banyak orang pinter baru bisa bikin bangsa kaya! :D oya, satu lagi.. Selamat buat Om Rudy udah masuk MURI.. ;)

Friday, July 3, 2009

Creative Leader Calls for Focus on the 'Famousness' of a Piece of Work

Jeff Goodby
When you get into a taxi and tell the driver that you're in advertising, they often ask you whether you've done anything they might be familiar with.
Well, have you?

Ironically, the more awards you've been winning these days, the more likely the answer is "No."
It's fast becoming clear that the majority of things we're rewarding, as an industry, are either small or marginal efforts for legitimate clients, things we made for real clients that the clients seem not to have ever heard of, or out-and-out fakes.
Some of these projects are well-intentioned since, at the very least, they are meant to "inspire" us when we work on bigger, better-paying accounts. But without getting into whether this kind of activity is immoral or just plain chickenshit, I'd like to point out a graver toll it's taking on us all: It's making our business less famous. Less fun. Less public. Less about any of the reasons you probably got into it in the first place.

We've created a system that rewards work that is increasingly unknown to anyone outside the business. We have become connoisseurs of esoterica. And in the process, we're becoming more about us, and less about changing the world.
We are becoming irrelevant award-chasers.

Sure, some of the best things we make nowadays are internet experiences with necessarily specific, limited audiences -- that cab driver might not be expected to see them. But for the ones I'm talking about, the only intended audience is, well, us.

Ghost ads are symptom of the malaiseThere are big, obvious signs of this syndrome everywhere, of course. The controversy in Dubai this year led to the rescinding of a big bag of awards and an Agency of the Year accolade (it also queered Creativity's Top Ten and no doubt a host of other such end of the year tallies). There was the apparently fake J.C. Penney commercial that won at Cannes last year. The list goes on.

But beyond the nakedly exposed fakes lies a gray area of questionable stuff that is perhaps even more dangerous. At the Andy Awards this year, we gave a gold to a lovely magazine spread campaign for an FM radio station -- but you had to wonder how such a station had the money to produce and run over 14 versions of such lush creations. And I have heard three different people from New York City -- parents who are in our business -- say they never got even a whiff of that widely-awarded school cell phone campaign.

As I say, this is not yet another complaint about ghost ads. It's a protest against the people who compliment things for being "well-entered." It's a warning that we are, in effect, making things that serve our own agency brands instead of serving our clients and making a difference in the minds of the world.

Making marketing famous again.

I want us all to be famous again, outside the walls of our agencies. How can we accomplish this?
Well, I think we have to demand that awards judges take into account the sheer "famousness" of a piece of work when they make their determinations.
Not whether the stuff worked -- we are all quite good at making entry videos that make that case. (Judges parody these now as they watch them.) Not whether the stuff is new or ingenious -- yeah, we all want that. I'm talking about naked fame. Whether it's something you've ever heard of.

I don't think that it's wrong to have international judges -- people who are probably among the most media- and internet-savvy types on the planet -- mark things down a bit if they've never heard of them. For the good of our business. For the good of us all.

Bob Garfield recently complained that Cannes had become irrelevant because advertising forms had descended into "chaos." Giving free rein to the fame factor helps make such quibbling irrelevant. No one feels uncomfortable celebrating "Whopper Sacrifice" or "Mac vs. PC" or Coke's "Happiness Factory."

Think about it the next time you get in a cab. Think about it when you consider what will make you want to get up and go to work tomorrow.
Do it for the fun we'll all have.

IMHO & CMIIW ;)

Postingan berikut gw ambil dari blog http://www.pandji.com/everybodypays/.
Gw suka sama salah satu komentar yang ada didalamnya.
Turut membelalakkan mata dan hati gw :)

"Man, just because someone said stupid to your ideas, doesn’t mean it stupid, doesn’t mean you’re stupid.I believe everybody here knows that you’re right, knows that you’re smart; even the stupid one.
I’m sorry (and please don’t feel offended), but you look like a high school kid - get so angry when someone just don’t agree with you.I believe he just said what he knows, his ideas about yours.
Man, you should not be so defensive. I believe you know much better than us, about many things. But unfortunately, human makes mistakes and we can be wrong.
Pandji, whenever you see someone that just not right thru your eyes, please correct him… humbly.

… and I’m still waiting for your next album brother!"
(Stenly Purba)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...